Keraton Kasultanan dan Alun Alun Utara

KERATON KASULTANAN & ALUN-ALUN UTARA

          Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat merupakan salah satu dari beberapa keraton yang masih tersisa di Indonesia. Dengan Sri Sultan Hamengku Buwono sebagai rajanya, keraton Yogyakarta sangat istimewa karena sang raja tidak hanya berkuasa di lingkungan keraton tetapi juga menjadi gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta yang didukung penuh oleh seluruh masyarakat Yogyakarta.

          Terletak di pusat kota Yogyakarta, keraton kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat berada di tengah-tengah (sumbu imajiner atau garis lurus) antara gunung Merapi dan pantai Parangtritis, dimana  banyak orang Jawa percaya bahwa ketiga tempat itu memiliki hubungan yang erat satu sama lain. Keraton sampai saat ini masih melaksanakan berbagai ritual di lingkungan keraton, di pantai Parangtritis, dan di kawasan gunung Merapi.

          Selain melaksanakan berbagai ritual, Keraton Yogyakarta juga terbuka untuk berbagai pertunjukan seni dan budaya. Setiap hari selalu ada pergelaran seni, yaitu musik gamelan, wayang, tari, dan macapat di kompleks keraton. Di Alun-alun Utara sering diselenggarakan panggung seni yang terbuka untuk umum. Setiap setahun sekali masyarakat Yogyakarta dan para wisatawan dapat mengunjungi Pasar Malam Sekaten serta menyaksikan Grebeg Maulud di Alun-alun Utara, yang merupakan perpaduan antara budaya Jawa dan Islam yaitu perayaan Maulud Nabi Muhammad SAW.

          Keraton Yogyakarta memiliki dua loket masuk, yaitu Tepas Keprajuritan, yang terletak di depan Alun-alun Utara, dan Tepas Pariwisata, di Regol Keben. Banyak sekali koleksi barang-barang keraton yang disimpan dalam kotak kaca yang bisa disaksikan. Selain menikmati pertunjukan seni, setiap Selasa Wage pengunjung bisa menyaksikan lomba Jemparing atau panahan gaya Mataraman di Kemandhungan Kidul, dimana para peserta wajib mengenakan busana tradisional Jawa dan memanah dalam posisi duduk.

          Di sebelah barat Alun-alun Utara terdapat Masjid Gede Kauman, yang merupakan masjid keraton. Para pengunjung dapat melaksanakan ibadah sholat sekaligus melepas penat sejenak di lingkungan masjid yang luas dan sejuk.

          Keraton Yogyakarta dibuka untuk umum setiap hari dari pukul 09.00 sampai 15.30 WIB. Hanya dengan tiket seharga Rp 15.000,00  pengunjung dapat menyaksikan keindahan keraton kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s